Kontak

Banner 468 x 60px

 

Sunday, September 21, 2014

PAB SMPN 7 KEDIRI 2014

0 comments
PAB adalah Penerimaan Anggota Baru yang dilakukan oleh Dewan Kerja SMPN 7 Kediri pada tanggal 20 - 21 September 2014 dengan rincian kepanitiaan :
Penanggung Jawab : Drs. Adi Wasito, M.pd.
Pembina : Kibtiyah, S.Pd.
Sujianto, S.Pd.
Binlap : Erwan Yudiono
Devi Ratih Oktavia
Ketua Panitia : Dimas Aldi Prakoso
Wakil Ketua : Syehidin Sidiq
Sekertaris : Chelsea Mawar Dewantari
Bendahara : Nur farah Puja Ananda

Seksi – seksi :
  1. Sie. Kegiatan : Rendis trisnawan
                Pipit Andriani
  2. Sie. Perlengkapan : Rizky Adit Budiono
                Rizky Agung Nugroho
                Anggun Nur Azizah
  3. Sie. Dokumentasi : Kirana Dwi Khusnul Khotimah
  4. Sie. Konsumsi : Anggita Charisa
                Nanda Shinta Naranika
  5. Tekpram : Wildan Maulana Firdaus
                Yus A. Zaki
                Nico Bachtiar Yanazim
                Achmad Arif Rizal ilham Putra Kusuma
  6. Kesekertariatan : Akbar Darmawan
                Tamarra
  7. Sie Keamanan : ALUMNI PRAMUKA SMPN 7 KEDIRI
selain itu banyak juga dibantu oleh Guru SMPN 7 Kediri, anggota Osis, dan PMR
kegiatan berlangsung dengan lancar mulai dari atraksi pembukaan, pensi sampai penjelajahan.
Kegiatan :
1. Pembukaan
    Pembukaan dimulai pukul 14.00 dengan 300an anggota pramuka sebagai peserta dan 60 panitia
acara seremonial pembukaan
pembukaan yang apik disuguhkan, masih banyak yang bagus namun belum sempat upload, tunggu aja deh :)
2. Pentas Seni
Panitia menampilkan sajian unik yaitu drama roro jonggrang dengan rincian :
sutradara : Kak Devi dan Kak Yudi
musik : Kak devi
make up : kak devi, kak yudi, kak ria
Roro Jonggrang : pipit
bandung bondowoso : Dimas
Boko : adit
patih : akbar
penari : farah, anggun, nanda, anggita, dll
jin/pasukan : riki, niko, sahidin, dll

hasil make up dadakan :)
 pipit : roro jonggrang
 para pemain
 pose sebelum tampil
 narsis dulu
 adit : boko
dimas : bandung bondowoso
patih (pengikut boko ) AKBAR
3. penjelajahan
upload nya nanti yha yang jelas seru sekali :)


 API KITA SUDAH MENYALA
API KITA SUDAH MENYALA
API API API API API
API KITA SUDAH MENYALA
 salam ARPEJOE JAYA :)




Read more...

Tuesday, May 20, 2014

MUSEUM ANGKOT BATU MALANG

0 comments
Seperti di luar negeri yah
Kota Batu semakin layak menjadi tujuan wisata di Indonesia. Satu lagi destinasi wisata baru yang dihadirkan di Kota Wisata Batu adalah Museum Angkut Plus Movie Star Studio yang mulai dibuka untuk umum sejak 9 Maret 2014. Obyek wisata edukatif ini lokasinya masih berada satu kompleks dengan Jatim Park II, yaitu di Jalan Terusan Sultan Agung 2 Kota Batu. Museum Angkut merupakan pengembangan dari Jawa Timur Park Group setelah menghadirkan Jatim Park, Batu Night Spectacullar dan Eco Green Park. Sesuai namanya, museum ini menghadirkan berbagai alat transportasi kuno dan modern dari seluruh belahan dunia asal pabrikannya. Berbagai hal yang terkait dengan angkutan di darat, laut, dan udara ditampilkan di sini.
Museum ini berdiri megah di atas lahan seluas 3,7 hektar dengan nuansa bangunan bergaya Eropa dan merupakan yang pertama di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Untuk memasuki Museum Angkut, pengunjung dikenakan tiket masuk Rp 40 ribu untuk hari Senin-Kamis dan Rp 60 ribu pada hari Jumat hingga Minggu atau hari-hari besar. Sementara bagi pengunjung yang membawa kamera atau handycam, kecuali kamera ponsel, dikenakan biaya lagi sebesar Rp 50 ribu. Sehingga sebelum masuk area museum, pengunjung terlebih dahulu digeledah oleh petugas museum.
Di Museum Angkut ini terdiri dari beberapa zona sesuai latar belakang sejarah dan jenis angkutannya. Koleksi jenis alat angkut yang ditampilkan berupa wujud asli pabrikannya hingga berupa replika. Di jajaran mobil tua, juga terdapat sejumlah ban berbagai ukuran, mulai ban yang biasa digunakan untuk balapan F1 hingga ban untuk proyek tambang berukuran besar. Selain itu, ada sejumlah kendaraan langka yang dipajang di tempat wisata itu. Misalnya mobil yang pernah dipakai mantan presiden Republik Indonesia Soekarno yakni seri Chrysler Windsor Deluxe. Belum lagi aneka kendaraan seperti sepeda motor Zundap dan motor gede lainnya, perahu, kapal laut, bahkan pesawat terbang. Terdapat juga koleksi becak Nusantara berupa aneka becak dari berbagai daerah di tanah air. Begitu juga ditampilkan awal mula kereta sampai berubah menjadi mobil.
Tak hanya mobil kelas premium di zamannya, tapi juga ada alat transportasi tradisional yang digunakan di Indonesia di antaranya cikar, becak, bentor, bajaj, bemo, hingga kereta kuda. Selain itu, juga berbagai jenis kendaraan kuno roda dua mulai sepeda angin yang tidak bermesin hingga sudah diberi mesin. Museum memajang puluhan mobil antik seperti Alfa Romeo keluaran tahun 1966, Bentley tahun 1957, dan Chrysler Windsor Deluxe produksi 1952. Juga ada mobil listrik milik Menteri BUMN Dahlan Iskan, Tuxuci, dan mobil listrik karya SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Bahkan, yang menakjubkan, di museum ini diisi sekitar 300 unit kendaraan mewah pada masanya. Untuk pengadaan sejumlah kendaraan jadul ini, pengelola mendatangkan langsung dari negara asalnya seperti Italia, Australia, Amerika Serikat, Jerman, Inggris, dan Jepang.
Beberapa wahana yang akan bisa kita nikmati di Museum Angkut ini adalah Zona Edukasi, Zona Jerman, Zona Batavia, Zona Inggris, Zona Gangster & Broadway, Zona Las Vegas, Zona Italy, Zona Hollywood, Zona Perancis, dan Pasar Apung Nusantara. Di Zona Edukasi menyajikan pengetahuan umum mengenai angkutan darat, laut, dan udara serta sejarahnya. Sedangkan di Zona Pecinan, berbagai angkutan khas Indonesia seperti gerobak, sepeda onthel berikut keranjang yang berisi barang-barang dagangan, dokar, becak, oplet sampai sepeda motor di era 1940-an, hadir menghidupkan suasana layaknya berada di Pecinan ala Indonesia. Di Zona Batavia menyuguhkan pelabuhan Sunda Kelapa dan Stasiun Jakarta Kota yang dibuat latar awal abad ke-19. Di zona ini ditampilkan keramaian pelabuhan dengan suasana jual beli, becak, pedati, bemo, dan sejumlah angkutan pada zaman itu.
Tidak hanya mendatangkan kendaraan dari seluruh dunia, wisatawan benar-benar seperti berkunjung ke berbagai negara di dunia seperti di London, Amerika, Italia atau Paris. Suasananya ditampilkan lengkap dengan latar kota atau negara asalnya. Misalnya di Zona Jerman, pengunjung bisa menyaksikan pabrikan dan suasana parkir pemukiman penduduk asli yang dipenuhi produk Mercedes, Volkwagen, dan motor besar legenda Berliner Mauer.  Akan semakin menarik ketika Anda menuju ke Zona Gangster and Broadway. Di zona ini disuguhkan suasana di suatu kota kecil dengan konsep jalanan luar negeri lengkap dengan kantor polisi, gedung bioskop, dan pertokoan. Di sini Anda akan menjumpai Broadway Theatre dan bisa menyaksikan film-film lawas antara lain dibintangi Charlie Caplin.
Di Zona Inggris berderet mobil-mobil khas seperti Moris, Austin, Aston Martin V8, Rolls Royce dan masih banyak lagi kendaraan legendaris lainnya, dipadu dengan miniatur Istana Buckingham dan kekunoan yang klasik. Ada juga Zona Italia dengan mobil Fiat dan Vespanya yang legendaris. Bahkan para pemandunya pun berkostum sesuai zona masing-masing. Misalnya dalam entrance, ada petugas berkostum pilot, di Zona Batavia petugasnya berkostum ala Batavia, serta zona lainnya juga menyesuaikan dengan ciri khas negaranya.
Tak hanya berisi berbagai hal mengenai transportasi, Museum Angkut pun menyediakan informasi mengenai Movie Star Studio. Di zona ini berisi bermacam-macam informasi mengenai film, baik di Indonesia maupun Hollywood. Jika Anda telah memasuki Zona Hollywood akan menemui background mobil yang dipakai dalam film-film box office, seperti mobil yang digunakan di film Scoby Doo, Mr Bean dengan Mini Cooper, dan mobil MG yang pernah dipakai Marilyn Monroe. Di zona ini terasa seperti di pusat perfilman Hollywood lengkap dengan tulisan Hollywood dan replika Hulk yang menginjak mobil. Berbagai mobil dan motor pabrikan Amerika, seperti Harley Davidson, tak lupa dihadirkan di sini.
Koleksi Museum Angkut lainnya di antaranya motor jenis Douglas buatan Inggris tahun 1913. Kendaraan tersebut masih terlihat orisinil, termasuk berbagai sparepartnya. Bagi yang ingin melihat sepeda kayu produksi China abad ke-18 juga tersaji, termasuk sepeda angin cikal bakal motor gede Harley Davidson. Bahkan ditampilkan juga mobil pertama di dunia yang diproduksi secara massal atau pabrikan, yaitu Ford model T yang dibuat pada 1915. Suasana dan koleksi pada zona-zona tersebut, sangat cocok bagi Anda yang menggemari otomotif, transportasi, dan fotografi.
Saat dibuka, wahana wisata Museum Angkut memang belum sepenuhnya selesai, ada sejumlah bangunan masih dalam proses pengerjaan. Beberapa fasilitas di dalamnya pun juga masih belum lengkap. Beberapa wahana yang akan dihadirkan di antaranya pesawat Boeing 737, kereta api, dan kapal laut yang masih dalam perakitan. Nantinya pesawat itu bakal dipasang pada salah satu wahana atau top wahana. Beberapa koleksinya lainnya yang akan hadir di antaranya helikopter milik mantan Presiden Soekarno yang diberikan oleh Presiden Amerika Serikat, John F Kennedy. Bahkan mobil anti peluru milik mantan Presiden Soeharto juga akan dipajang di sini.
Setelah pengunjung puas berkeliling menikmati ragam mobil angkut, pengunjung bisa memanjakan selera dengan menikmati menu-menu khas Nusantara di pasar terapung. Pasar apung didesain berada di tengah sebuah danau buatan dan mirip seperti pasar terapung yang ada di Kalimantan Selatan. Di pasar apung ini tersedia berbagai makanan khas masing-masing daerah, seperti gudeg Jogja, sate madura, nasi timbal dan makanan khas lain. Di tempat itu pengunjung bisa berbelanja souvenir maupun makanan tradisional. Sehingga, para pengunjung yang telah puas menikmati wahana di dalam, pastinya ingin ada kenang-kenangan dan oleh-oleh untuk dibawa pulang.
Harga Tiket Masuk:
Weekday (Senin-Kamis) : Rp 40.000,00
Weekend (Jumat-Minggu), Hari libur nasional, High season : Rp 60.000,00
Membawa kamera atau handycam dikenakan tambahan biaya: Rp 50.000,00 (kecuali kamera ponsel)
Alamat Museum Angkut + Movie Star Studio:
Jl. Terusan Sultan Agung No. 2 Batu
Telp. 0341-595007 Fax. 0341-595008
Email: marketing@museumangkut.com
Jam buka: 12.00-20.00 WIB

SUMBER : http://ngalam.web.id/read/4259/museum-angkut-plus-movie-star-studio/
Read more...

Friday, April 25, 2014

Permainan Pramuka Penggalang/Siaga

0 comments

MACAM-MACAM GAME / PERMAINAN PRAMUKA

BINTANG BERPINDAH 

A.     Posisi awal  :  Lingkaran besar. 
B.     Aturan bermain :  Anak-anak bergandengan dua-dua, muka belakang rapat, jarak pasangan satu dengan yang lain 3 m. seorang dari regu A dan regu Bmenjadi bintang yang pindah. Ke dua anak ini siap di tengah lingkaran. Satu dengan yang lain jaraknya 3 m. Dengan aba-aba dari Pembina, B berlari menempel salah satu pasangan di depannya. A mengejar dan menepuk B, sebelum menempel pada salah satu pasangan. Bila Bmenempel pada salah satu pasangan sebelum kena, maka anak yang di belakang yang di temple b harus lari dan pindah menempel di depan pasangan lain.
Demikian seterusnya. Bila yang lari kena tepuk, maka mereka mejadi pasangan bintang baru. Pembina menunjuk lagi 2 orang, 1 dari regu C dan satu lagi dari regu D, untuk menjadi bintang yang akan kejar-kejaran. Permainan diteruskan bila anak yang di kejar terlalu jauh meninggalkan lingkaran, di anggap telah kena tepuk.
C.     Penilaian  :  anak yang dapat menepuk mendapat angka 1, yang di tepuk nilaunya kurang 1. Regu yang mendapat nilai terbanyak menang. 
 
GEMBALA SAPI DAN HARIMAU 

  1. Posisi awal  :  Perlombaan. Buat segi empat di lapangan dengan ukuran : lebar 10 m, panjanng 20 m, garis panjang di bagi tiga. Dua ruang kiri dan kanan adalah ruang bebas  5 m.
  2. Aturan permainan  :  3 orang dari regu A di tunjuk sebagai harimau seorang dan 2 orang gembala. Harimau bersiap di tengah lapangan. Gembala I diruang bebas kiri dan gembala II di ruang bebas kanan. Anak yang lain sebagai sapi, berdiri di ruang bebas bersama gembala I. Setelah Pembina memberi perintah. Maka bicara :
G II   : “Gembala I, keluarkan sapinya !”
G I    : “ Tak berani”
G II   : “Mengapa ???”
G I    : “ada harimau”
G II   : “Harimau sudah di tangkap keluakan sapinya”
G I    : “ayo keluar”
           Semua sapi lari menutu ruang bebas Gembala II. Harimau berusaha              menepuk sapi msebanya-banyaknya. Yang kena tepuk keluar lapangan dan di hitung. Regu yang menepuk ( Harimau ) mendapat angka 1 tiap sapi yang menepuk. Regu yang sapinya kena tepuk angkanya kurang 1. Permainan di lanjutkan, Harimau dan gembala dig anti dengan regu lain.
  1. penilain  :  regu yang mendapat nilai banyak pemenangnya.
LONCAT BERANTAI 

  1. Posisi awal  :  perlombaan terbuka. Depannya di beri batas dengan jarak 15 m.
  2. Aturan bermain  :  anak hadap kanan lalu membungkuk ( seperti orang rukuk dalam sholat ). Dengan jarak 1 lengan. Anak yang paling belakang dalam satu regu melompati anak yang ada di depannya berturut-turut sampai semua terlewati dan kemudian membungkuk urut dengan anak yang lain. Anak yang paling belakang melompat seperti terdahulu, demikian diteruskan sampai menyaentuh garis batas.
  3. Penilaian  :yang tercepat sampai kebatas yang menang.
 MUSANG DAN AYAM 

  1. Posisi awal  :  Lingkaran besar anak bergandengan  tangan .
  2. Aturan bermain  :  dua orang dari regu A ditunjuk sebagai musang bersiap diluar lingkaran. Semua anak dari regu B sebagai ayam bersiap di dalam lingkaran. Anak yang lain membentuk lingkaran , bergandengan tangan, berjalan dan bernyanyi. Musang berusaha menangkap ayam dan ayam berusaha menghidar dengan lari keluar masuk lingkaran. Bila ayam melewati lingkaran di biarkan, tapi kalau musang yang akan masuk di haling-halangi. Ayam yang tertangkap , berhenti bermain dan berdiri di luar lingkaran. Musang mendapat angka kira-kira bermain 5 menit musang dan ayam diganti regu yang lain. Sampai semua regu mendapat giliran menjadi musang.
  3. Penilaian  : setelah selesai , regu terbanyak nilainya menang.
PETIK LARI 

A.     Posisi awal  : dikiri kanan lapangan berbanjar satu, jarak antara barisan banjar 1 dan 2 15 m.
B.     Aturan bermain  : banjar 1 maju banjar 2 sampai jarak 1 lengan. Berhadap-hadapan. Banjar 2 telapak tangannya disiapkan untuk di petik (seperti orang meminta ) anak banjar satu memetik / menepuk tangan anak didepannya ( banjar 2) dan cepat berlari ketempat bawah garis semula. Anak yang di petik mangejar dan menepuk anak yang lari sebelum garis batas. Yang kena tepuk berhenti. Anak yang kena tepukdihitung tiap orang satu angka untuk yang menepuk.
C.     Penilaian  :regu yang mendapat angka terbanyak yang menang.
KERBAU DUNGKUL 

  1. Posisi awal  : Lingkaran besar, duduk.
  2. Aturan bernain  :anak no.1 tiap regu maju ke tengah. Merangkak berhadapan, berpasangan pundak bertemu dengan pundak lawan seperti kerbau dengan berlaga. Dengan aba daari Pembina mereka saling mendorong. Siapa yang paling mendorong lawannya mendapat angka. Anak yang lalin memberi semangat dengan bernyanyidan bertepuk / bersorak. Permainan dilanjutkan dengan giliran anak no. 2 da 3 sampai semua anak mendapat giliran.
  3. Penilaian  : regu yang paling banyak mendapat angka jadi juara. Permainan ini hanya untuk penggalang putra. 
Kucing dan Tikus

A.     Posisi awal  : perlombaan, terbuka empat bersatu. Bergandengan tangan sengga seperti lorong-lorong yang pagari anak.
B.     Aturan bermain  :tunjuk seorang dari barung / regu  A untuk menjadi “kucing” dan semua nanak barung / regu B menjadi “tikus”. Anak yang lain membentuk barisan perlombaan terbuka dan bergandengan tangan> Kucing berdiri di luar barisan>tikus berdiri tersebar dalam lorong-lorong. Dengan tanda dari Pembina, kucing mulai mengejar tikus untuk di tepuk. Kucing maupun tikus hanya boleh lari lewat lorongdan tidak boleh memutus / melanggar pagar. Jika Pembina meniup peluit cepat-cepat pagar hadap kanan dan bergandengan lagi. Tikus yang kena tupuk, tidak boleh meneruskan permainan dan berdiri diluar barisan. Setalah 5 menit bergantian, sekarang regu C jjadi kucing dan regu D semua anggota jadi tikus. Permainan diteruskan tiap lima menit sampai semua regu mendapat giliran jadi kucing.
C.    Penilaian  :setiap kucing menepuk tikus dapat angka 1, setiap tikus yang kena tepuk mendapat angka kurang 1, regu yang mendapat anak terbanyak menang. 

LARI LIPAN   


  1. Posisi awal  : perlombaan, di depan tiap barung / regu dipancangkan tongkat dengan jarak 10 m.
  2. Aturan bermain  : tiep barung/ regu anak-anaak berpegang erat dengan anak depannya, danggan cara memeluluk pada perutnya , menyerupai lipan. Dengan aba dari Pembina lipan itu cepat –cepat lari menuju tongkat di depannya dan berputar mengelilingi tongkat kembali ketempat semula dan berbaris rapi.
  3. Penilaian  : Barung / regu berbaris rapi lebih dahulu yang menang.

TAWON DENGAN BUNGA

  1. Posisi awal  : Lingkaran kecil. Anggota barung / regu tersebar tidak berkumpul menjadi satu, semua jongkok bergandengan erat. Seorang di tunjuk oleh Pembina sebagai “tawon”, lainnya sebagai “bunga”.
  2. Aturan bermain  :Tawon terbang berputa-putar sambil mendengung lalu mendekati salah satu bunga, kemudian terjadi Tanya jawab :
B : “Siapa itu ?”
T :“Saya tawon.”
B : “Mau apa ?”
T : “saya hendak memetik bunga.”
B : “Bunga apa ?”
T : “Bunga Mawar .”
B : “ Petiklah .”
Tawon lalu memilih salah seorang anak dan menariknya untuk di lepas dari barisan.Boleh memilih yang lain sampai mendapat satu bunga. Bunga yang di lepas menjadi tawon. Dan permainan di lanjutkan. Tawonnya 2 ekor dan bunga yang harus di petik 2 kuntum. Dan permainan dilanjutkan terus sampai tawonnya banyak (30 % anak yang ikut).
Kemudian tawonnya dihitung dan dipilih-pilih dari regu apa. Tawon yang pertama tak ikut dihitung.(permainan ini hanya untuk anak putra).
  1. Penilaian  : Barung  / regu paling sedikit tawonnya juara.

GEROBAK SORONG


  1. Posisi awal  : Satu saf  di depan barisan diberi batas dengan jarak 10 m.
  2. Aturan bermain  : Anak no. 1 dan 2 tiap barung / regu menuju satu langkah. Anak no. 1 merangkak menghadap garis batas. Anak no. 2 berdiri di antara kaki anak no. 1 dan mengangkat kedua kaki anak no. 1, sehingga seperti mendorong “gerobak sorong”. Dengan aba-aba Pembina “gorobak sorong” berjalan cepat menuju garis batas, yang mencapai garis batas pertama mendapat angka 3, yang 2 mendapat angka 2, yang ke 3 angkanya 1. kemudian no.4, no.5 dstsampai semua anak mendapat giliran. Permainan ini tidak perlu di ulang dan hanya untuk anak pria.
  3. Penilaian  :  Barung / regu yang nilainya terbanyak juaranya.   
MENGUSIK KERA


  1. Posisi awal  :Bebas. Lapangan di buat lingkaran dengan garis tengah 10 m.
  2. Aturan bermain  :  tunjuk seorang dari anggota barung / regu sebagai “kera”.kera merangkak dan melompat-lompat di tengah lingkaran.anak yang lain masuk dalam lingkaran menggoda mengusik dan berusaha menepuk kera dengan tangan. Kera berusaha manepuk anak-anak dengan tatap merangkak dan berusaha menepuk anak-anak dengan tangan dan kaki. Siapa dapat menepuk (anak / kera) mendapat angka 1. Tiap 5 menit, bergiliran barung / regu menunjuk seorang anggotanya jadi kera sampai semua barung / regu telah dapat giliran.
  3. Penilaian  :setelah nilainya di hiting, yang mendapat nilai banyak jadi juara.
MENJALA IKAN
  1. Posisi awal  :Bebas. Lapangan dibatasi dengan garis panjang 20 m dan lebar 20 m.
  2. Aturan bermain  :Tunjuk satu barung / regu dan dibagi 2 kelompok bergandengan tangan, menjadi “jala”.anak yang lain menjadi ikan, berlari-lari dilapangan. Dengan bekerjasama ke 2 jaring berusaaha menangkap ikan yang sebanyak-banyaknya. Yang tertangkap berdiri luar lapangan. Tiap 5 menit, jalanya diganti barung / regu yang lain. Anak yana diluar ikut jadi ikan / main lagi. Setelah semua barung / regu mendapat giliran menjadi jala permainan di hentikan.
  3. Penilaian  :perolehan ikan tiap barung //regu di hitung. Yang paling banyak mendapat ikan menjadi juara.
KEPITING JANTAN 

  1. Posisi awal  :  Satu saf didepan barisan diberi batas dengan jarak 10 m.
  2. Aturan bermain  : Anak no. 1 tiap barung / regu maju satu langkah kemudian merangkak terlentang, dengan aba dari Pembina, cepat merangkak menuju batas, yang paling cepat sampai batas mendapat angka 3, yang 2 mendapat angka 2, yang ke 3 angkanya 1, yang berikutnya tidak  mendapat angka. Kemudin gikiran no 2.no. 3dst sampai semua anak mendapat giliran.Permainan tidak perlu di ulang dan hanya untuk anak pria.
  3. Penilaian  :Barung / regu yang nilainya terbanyak juaranya.
RAJA DAN RATU

  1. Posisi awal  : selat behadap-hadapan di belakang masing-masing saf dengan jarak 15 m,diberi garis batas / tonggak.
  2.  Aturan bermain  : anak-anak bermain dalam bentuk selat berhadap-hadapan yang kiri di beri nama Raja, yang kanan di beri nama Ratu. Pembina memberi aba : Ra..ja atau Ra..tu. Apabila Pembina memberi aba Raja, maka barisan sebelah kiri cepat balik kanan dan lari menuju batas / tonggak.Barisan kanan cepat mengejar dan menepuk barisan kiri, yang kena di tepuk harus berhenti. Anak yang sampai di batas / memegang tonggak dihitung. Permainan di ulang lagi. Dalam memberi aba-aba tidak harus urut,boleh juga menyebut kata lain, misalnya rumah,rajin dsb, untuk menjebak anak-anak.
  3. Penilaian  : selesai bermain dihitung barun / regu yang paling banyak anggotanya itulah juaranya.
LINGKARAN MAHKOTA     

  1. Posisi awal  :Lingkaran besar di tenga-tengah di beri tanda lingkaran dengan garis tengah 1,5 m. Pembina berada didekat lingkaran tengah.
  2. Aturan bermain : anak-anak berbaris berbentuk lingkaran besar,sambil berjalan dan bernyanyi gembira dengan tepuk tangan bila Pembina meniup peluit, anak-anak berlari ke lingkaran yang di tengah.
Pembina menghitung masing-masing regu berapa anak yang berada dilingkaran, yang barada dalam lingkaran mendapat “Mahkota”. Permainan di mulai lagi .
  1. Penilaian  : setelah selesai di hitung barung / regu apa yang paling banyak mendapat “Mahkota” adalah yang menang.
BUAT  BARISAN


Tujuan 

Agar seluruh peserta bisa berkenalan lebih jauh, fisik maupun sifat-sifat mereka, sekaligus melatih mereka bekerja sama dalam kelompok.

Langkah-langkah 
  1. peserta di bagi dalam dua kelompok yang sama banyak (bila jumlah peserta ganjil, seorang pemandu bias masuk dalam salah satu kelompok). 
  2. Pemandu menjelaskan aturan permainan, sbb;
-          kefua kelimpok akan berlomba menyusunbarisan, barisan di susun berdasarkan aba-aba pemandu; tinggi badan, panjang rambut, usia, dst.
-          Pemandu akan menghitung sampai 10, kemudian ke 2 kelompok, selesai atau belum harus jongkok.
-          Setiap kelompok secara bergantian harus memeriksa apakah kelompok lawan melaksanakan tugasnya dengan benar.
-          Kelompok yang menang adalah kelompok yang melaksanakan tugasnya dengan benar dan cepat
-          Sebelum pertandingan di mulai bias di coba terlebih dahulu untuk memastikan apakah aturan mainnya sudah di pahami dengan benar. 
 TANGKAI  SAPU  AJAIB
Tujuan  

Memberi kesempatan kepada peserta untuk saling mengenal lebih jauh lagi. 

Bahan 

Satu tangkai sapu. 

Langkah-langkah 
  1. peserta membentuk lingkaran, tangkai sapu di letakan di tengah lingkaran. 
  2. peserta di minta membawakan satu macem karakter. Tangkai sapu di mainkan sebagai benda yang ada hubungannya dengan karakter yang di bayangkan, bukan sebai tangkai sapu. 
  3. mereka di minta maju satu persatu ke tengah lingkaran untuk memperagakan karakter yang di bayangkan tersebut. 
  4. para peserta yang lain di suruh menerka identitas karakter yang sedang di peragakan. 
  5. seluruh peserta harus mendapat kesempatan memperagakan karakter khayalannya. 

Perhatian 

Latihan ini di maksudkan sebagai latihan agar peserta dapat menggunakan tubuhnya untuk menampilkan karakter khayalan. Spontanitas dan ketelitian harus di usahakan terus berkembang. Jangan ada dua karakter permainan yang sama. Kalau para peserta melihat satu karakter yang sama dengan yang sudah di peragakan, yang sedang memperagakan itu di minta untuk mengganti karakternya. 

Variasi

  1. para peserta boleh memperagakan sebanyak mungkin karakter yang mereka inginkan. 
  2. di saat seorang peserta memperagakan satu karakter, peserta yang lain boleh ikut main dengan karakter itu. 
  3. boleh menggunakan lebih dari satu benda, misalnya, tangkai sapu dan kain lap. Tergantung kapasitas para peserta. 
 (bila kelompok dapat menyekesaikan tugasnyasebelum hitungan ke 10 mereka boleh langsung jongkok untuk menunjukan bahwa mereka telah selesai melakukan tugas).
MENGGAMBAR  WAJAH

Tujuan  

  1. membantu peserta untuk memandang langsung ke dalam mata pasangannya, saling mengenal cirri-ciri wajahnya, dengan harapan hal ini bias membantu proses untuk saling terbuka dan tidak lagi kikuk satu dengan yang lainnya.  
  2. Melatih peserta satu cara sederhana menggambar dan menghilangkan perasaan peserta bahwa mereka tidak mampu menggambar.   

Langkah-langkah 

  1. dengan sehelai kertas setiap pasangan saling berhadapan dan mulai menggambar wajah pasangannya. Bisa mulai dari mana saja  tetapi tidak boleh melihat kertas sama sekali.  
  2. Gerakan tangan mengikuti arah gerak pandangan dan menelusuri garis wajah pasangannya. 
  3. Setelah selesai menggambar, masing-masing pasangan mewawancarai pasangannya, mengenai nama, tempat tinggal, pekerjaan, umur, keluarga, dan sebagainya waktunya cukup 5 menit saja untuk tiap peserta. 
  4. Kemudian setiap pasangan tampil di depan kelompok memperkenalkan pasangannya dengan cara menunjukan gambar pasangannya menyebutkan: “nama saya ….(nama pasangan), tempat tinggal …., dst. 
RANTAI  NAMA

Tujuan

Permainan ini dimaksudkan bagi kelompok yang saling kenal nama masing-masing,agar lebih akrab,serta memberipengalaman didepan forum.

Langkah-langkah

  1. peserta bersama pemandu berdiri dalam lingkaran.
  2. Pemandu menjelaskan aturan permainan sbb :
Salah seorang menyebutkan namanya dengan suara keras agar terdengar oleh setiap peserta, kemudian peserta yang berdiri disebelahnya (kiri / kanan ) menyebutkan nama peserta pertama tadi ditambah dengan namanya sendiri. Peserta ketiga menyebutkan nama pesrta pertama dan kedua ditambah dengan namanya sendiri, begitu seterusnya sampai selesai.
  1. proses ini diulangi lagi dengan arah berlawanan, di mulai dari peserta terakhir menyebutkan rantai nama tersebut. 

Variasi

Buat lingkaran, setiap peserta bergiliran menyebutkan nama panggilan, umur, tempat asal, pekerjaan, lalu peserta lain menirukan begitu seterusnya sampai selesai satu putaran. Putaran ke dua, semua peserta mengulangu lagi secara bersama-sama data pribadi tersebut, dengan urutan seperti semula. 

Perkenalan Rahasia

Perkenalan Rahasia
Peralatan                : Kain yang lebar (sprei)
Jumlah pemain      : semua pemain masuk dalam regu
Waktu                     : 10 menit
Tujuan                    : Saling mengenal nama
Peserta dibagi dalam 2 kelompok. Kedua regu saling berhadap-hadapan. Tetapi diantara kedua regu itu dibentangkan kain yang lebar, sehingga kedua regu tidak dapat saling melihat. Permainannya ialah : setiap regu menentukan wakilnya untuk menebak wakil kelompok lain tetapi juga ditebak. Wakil kedua kelompok berlutut berhadapan. Agar supaya lebih seru para pemain ini boleh saling memperlihatkan kaki atau sepatu. Pemimpin menghitung sampai 3 dan pada hitungan ketiga itu kain diturunkan tiba-tiba. Kedua wakil itu harus adu cepat untuk menebak siapa wakil lawannya.Wakil regu yang cepat menebak dengan tepat, mendapatkan angka untuk regunya.
Mencari Dengan Diam

Mencari Dengan Diam
Peralatan               : Perangko
Jumlah pemain     : berapa saja
Waktu                    : bervariasi, tergantung jumlah pemain dan kemampuan                                                          mengobservasi
Tujuan                    : - Melatih kemampuan mengobservasi
- Memupuk inisiatif
Sebuah perangko ditempel di suatu tempat dalam ruangan pertemuan sebelum para peserta datang/tiba. Instruksinya : Tiap peserta harus mencari perangko tersebut dan bila mereka telah melihatnya, mereka harus duduk diam dan tidak boleh berkata apa pun. Akan sangat lucu memperhatikan peserta-peserta terakhir.  Dan tentu saja peserta yang paling akhir duduk adalah yang kalah. (permainan ini dapat juga dimainkan di luar ruangan).

Dalam Kolam

Dalam Kolam
Peralatan                : Sebatang kapur
Jumlah pemain      : bebas
Waktu                     : biasanya 10-15 menit
Tujuan                    :    - Melatih kecepatan/refleks
- Sebagai unsure hiburan
Anak-anak berdiri membentuk lingkaran dan di depan mereka digambar garis dengan kapur. Tiap anak harus menyentuh garis tersebut. Bila ada perintah “diair”, maka tiap orang melompat dengan kedua kakinya bersama-sama, masuk ke garis lingkaran. Bila perintahnya “didarat”, maka tiap anak melompat mundur. Perintah yang diberikan harus bervariasi, “diair, didarat, diair, diair”. Satu atau dua orang anak akan melompat dan jelas mereka akan dikeluarkan. Permainan ini cukup popular dan menyenangkan.


DINAMIKA KELOMPOK
KAPAL  TENGGELAM
Tujuan 

Memberikan kegiatan mengurangi kekikukan peserta dalam berintegraksi dengan peserta lain dan menambah ketertiban peserta dalam proses belajar.

Langkah-langkah 
  1. mintalah peserta berdiri dalam lingkaran
  2. jelaskan bahwa kegiatan berikut adalah permainan yang di beri nama Kapal Tenggelam. 
3.      minta peserta membayangkan bahwa mereka sedang naik kapal. Tiba-tiba kapal mau tenggelam. Nahkoda memerintah seluruh penumpang untuk naik ke sekoci (perahu penyelamat).
4.      Nahkoda adalah anda,sekoci adalah anggota badan peserta yang saling bersentuhan. 
5.      bila pemandu mengankat “Jempol, lima”, artinya 5 peserta harus saling mentautkan jempol mereka.
6.      Peserta yang kena hukuman adalah mereka yang tidak mendapatkan pasangan / kelompok atau kelompok yang anggotanya lebih dari lima. 
  1. Pemandu bias melanjutkan dengan memberikan perintah lainnya. Seperti : siku, tiga, artinya tiga peserta harus saling mentautkan siku mereka atau : pipi, dua. 
  2. teruskan permainan sapai di rasa cukup. 
BUAT  BARISAN

Tujuan 
Agar seluruh peserta bisa berkenalan lebih jauh, fisik maupun sifat-sifat mereka, sekaligus melatih mereka bekerja sama dalam kelompok.

Langkah-langkah 
  1. peserta di bagi dalam dua kelompok yang sama banyak (bila jumlah peserta ganjil, seorang pemandu bias masuk dalam salah satu kelompok). 
  2. Pemandu menjelaskan aturan permainan, sbb;
-          kefua kelimpok akan berlomba menyusunbarisan, barisan di susun berdasarkan aba-aba pemandu; tinggi badan, panjang rambut, usia, dst.
-          Pemandu akan menghitung sampai 10, kemudian ke 2 kelompok, selesai atau belum harus jongkok.
-          Setiap kelompok secara bergantian harus memeriksa apakah kelompok lawan melaksanakan tugasnya dengan benar.
-          Kelompok yang menang adalah kelompok yang melaksanakan tugasnya dengan benar dan cepat (bila kelompok dapat menyekesaikan tugasnyasebelum hitungan ke 10 mereka boleh langsung jongkok untuk menunjukan bahwa mereka telah selesai melakukan tugas).
Sebelum pertandingan di mulai bias di coba terlebih dahulu untuk memastikan apakah aturan mainnya sudah di pahami dengan benar

TANGKAI  SAPU  AJAIB

Tujuan  
Memberi kesempatan kepada peserta untuk saling mengenal lebih jauh lagi. 

Bahan 
Satu tangkai sapu. 

Langkah-langkah 
  1. peserta membentuk lingkaran, tangkai sapu di letakan di tengah lingkaran. 
  2. peserta di minta membawakan satu macem karakter. Tangkai sapu di mainkan sebagai benda yang ada hubungannya dengan karakter yang di bayangkan, bukan sebai tangkai sapu. 
  3. mereka di minta maju satu persatu ke tengah lingkaran untuk memperagakan karakter yang di bayangkan tersebut. 
  4. para peserta yang lain di suruh menerka identitas karakter yang sedang di peragakan. 
  5. seluruh peserta harus mendapat kesempatan memperagakan karakter khayalannya. 

Perhatian 

Latihan ini di maksudkan sebagai latihan agar peserta dapat menggunakan tubuhnya untuk menampilkan karakter khayalan. Spontanitas dan ketelitian harus di usahakan terus berkembang. Jangan ada dua karakter permainan yang sama. Kalau para peserta melihat satu karakter yang sama dengan yang sudah di peragakan, yang sedang memperagakan itu di minta untuk mengganti karakternya. 

Variasi

  1. para peserta boleh memperagakan sebanyak mungkin karakter yang mereka inginkan. 
  2. di saat seorang peserta memperagakan satu karakter, peserta yang lain boleh ikut main dengan karakter itu. 
  3. boleh menggunakan lebih dari satu benda, misalnya, tangkai sapu dan kain lap. Tergantung kapasitas para peserta. 
 PETA KEHIDUPAN

Tujuan 
  1. kesempatan bagi peserta untuk saling mengenal. 
  2. Menghilangkan hambatan yang di sebabkan oleh perasaan malu dan membangun keterbukaan dan saling percaya antara peserta. 

Langkah-langkah 
  1. menggambarkan pengalaman pribadi, pengalaman khusus yang mengesankan, yang ingin di bagi kepada peserta lainya. Caranya, dengan menggambarkan garis kehidupan dari mulai lahir sampai saat ini. Bila pada usia tertentu ada peristiwa yang sangat membahagiakan, maka garis tersebut naik, dan sebaliknya bila peristiwa tersebut menyedihkan. Pada titik tersebut bias di beri gambar yang menunjukan peristiwanya, contoh : pada usia 28 tahun menikah, maka pada titik tersebut bisa mnggambarkan pasangan pasangan pengantin atau lainnya yang di anggap sesuai dengan peristiwa yang di maksud.  
  2. prestasi masing- masing. 
Read more...

Thursday, March 27, 2014

PIDATO BAHASA JAWA PERPISAHAN KELAS 6 SD

40 comments

Pidato Bahasa Jawa Dengan Tema Perpisahan
Assalamu'alaikum wr. wb

Ingkang kinurmatan Bapak Kepala Sekolah ugi Bapak - Ibu Guru ingkang satuhu luhuring budi lan rencang - rencang kelas 6 ingkang kula tresnani.

Monggo kito sedaya ngaturaken puji syukur dhumateng Gusti ingkang maha Agung ingkang sampun maringaken sedoyo nikmat lan kewarasan dateng kito sedoyo dumugi sakmeniko kito sedaya saged kempal wonten ing adicara perpisahan sak manika.
Kula, wakil saking rencang - rencang kelas 6 ngaturaken maturnuwun ingkang sak ageng-agengipun kagem Bapak / Ibu Guru ingkang sampun mbulawantah kulo lan sak konco-konco dateng pawiyatan menika ingkang dangunipun enem warsa.

Mboten keraos kolo lan rencang sebrayat sampun ngelampahi ngangsu kawruh wonten ing pawiyatan mriki. Wonten ing adicara menika, kulo kiyambak tuhu rencang - rencang nyuwun agenging pangapunten sangking Bapak / Ibu guru amargi wonten ing enem warso ngangsu kawruh wonten pawiyatan mriki kulo lan sak rencang mebo menawi gadhah kalepatan ingkang dipun sengojo lan mboten disengojo. Mugi - mugi Bapak / Ibu guru kerso ngapuntenaken sedoyo kelepatan kulo lan rencang - rencang.

Satuhunipun kulo lan sak konco awrat sanget badhe nilaraken pawiyatan menika amargi sedoyo ingkang wonten dateng mriki sampun kados sederek lan kaluargo. Namung amargi kulo lan rencang - rencang kedah nglanjutaken ngangsu kawruh wonten ing pawiyatan ingkang luwih inggil, kulo lan rencang - rencang kedah saget dening ikhlas nilaraken pawiyatan menika.

Kadosipun sampun cekap anggenipun kulo matur. Bilih menawi wonten kalepatan kulo nyuwun agenging pangapunten.

Wasslamu'alaikum wr. wb


Read more...

GEGURITAN BAHASA JAWA

0 comments
UDAN WAYAH SORE


udan riwis-riwis nggawa angin gumanti
ora kaya nalika kang kawuri sing kebak pangarep-arep
dikaya ngapa lemah wus kebanjur teles

sesuk esuk yen sang surya wiwit sumunar
lan manuk kepodang colat-colot ana wit gedang
tak tunggu tekamu ing sak ngisore payung
tak kanthi lakumu tumeka ngendi

mbokmenawa sesuk sore wus ora udan riwis-riwis
marakake gawe kekesing ati
manuk kepodang wus mabur mangulon
nanging tetep tak tunggu tekamu

DALAN OMBAK


Wus dakjaluk marang sliramu, tatkalane wektu isih watu
lan dalan kaya ombak segara, nanging penjalukku
kaya prenjak kang katombak swiwine, ilang unine
kaya lemah cengkar kang tawar, ilang sangar

sliramu uga isih lumaku ing gisik kang wus dadi ambalan
ngambali ati ing pangilon, ngambali pitakon
lan penjalukku, kanthi unthuk-unthuk kang sirna
tatkalane surya mencorong, pratanda dina wus rina


SEDYAKU


Wis, Jeng…
Aku sumeleh
nyelehake pangarep-arepku
marang katresnan lan kawigatenmu sing semu
yen nyatane amung semene
cunthele lelakonku…

Pepenginku tansah sumandhing
lan nresnani sliramu
kudu dakprunggel
sing luwih wigati, Jeng
donga lan pengestumu wae
tansah mili kanggo aku

Wis, Jeng
aku pamit
becik njembarake pikir
nggayuh kabegjan
mring ati lan katresnan satuhu
tan ora binagi ing liyan
sempurna ing guritan siji…
LINTANG-LINTANG


lintang-lintang abyor ing tawang
cumlorot sliweran nalika alihan
kumleyang mencok ing socamu asihku
cahyane gumebyar sunare gilar-gilar
ing telenge atimu sliramu tansah dakantu

lintang-lintang alihan
cumlorot telu ana pundhakku
kawitan lintang abang lintang perang
kapindho lintang mirunggan lintang kamanungsan
pungkasan lintang kumukus lintang kadurakan
WAYAH ESUK PEDUT ANGENDANU 

rong puluh tahun kepungkur aku lan sliramu nate mlaku ana dalan kene
saklawase ora nate ketemu
saliramu lan saliraku wus beda ora kaya biyen nalika isih tak kanthi
gandaning wengi mau isih sumrebak ngebaki pedut wayah esuk

wus aja mbok tangisi lakon kang wus kapungkur
wus pirang wayah ketiga tak lakoni nganti rambut warna ireng lan putih
ing dalan iki rong puluh tahun kepungkur
ana cerita rinajut endah

dik, kala kala sliramu isih dadi impenku
pirsanana ana nduwur kae
ana teja manther ing sela-selaning gegodongan
lan lintang panjer wengi sing isih kari sakmenir gedhene

saiki aku lan sliramu linambaran rasa kangen
simpenen kangenmu ana impen

RON GARING


Wengi sansaya atis
nalika aku sesingidan ing sajroning swara gamelan
kang digawa dening angin

prasasat tan kendhat
anggonku kulak warta adol prungu
ananging isih mamring

aku wis pingin cecaketan
obormu kang makantar-kantar
madhangi jangkah lan jagatku

ana ngendi papanmu
lelana tapa brata
tanpa pawarta tanpa swara

aku kadya ron garing
kumleyang kabur kanginan
ing jagat peteng lelimengan

krasa luwih abot
anggonku ngadhepi dina-dina ing ngarep
mlakuku ora mantep

kagubet ribet lan ruwet
adoh saka cahyamu
pedhut ing sakindering pandulu

panjenengan
guruku, sihku, oborku
kancanana sukmaku sinau bab katresnan sajroning ati

Sumber : http://satriyapradana.blogspot.com/2013/01/contoh-geguritan-bahasa-jawa.html

Pahlawanku
(R. Tantiningsih)

Pahlawanku  
Wutahing ludirmu
Nyiram ibu pertiwi
Nadyan sang ibu
Kudu muwun sedhih
Karajang-rajang manahe
Karujit-rujit rasa pangrasane

Pahlawanku
Mugya Gusti paring nugraha
Semana gedhene bektimu
Jiwa raga, bandha donya
Tanpa sisa
Amung siji pangajabmu
Merdika

==============================
Segara Ayu
(Hisyam Z)

Bener, pener, yekti
Sliramu dadi seksi
Seksi pahlawan sejati
Pahlawan mulih aran awit bekti

Awit mangku jejibahan
Tugas luhur, jujur ing palagan
Ngemban amanat Trikora ayahan
Segara Aru biru lugu blak-blakan

Ngemu madu
Maduning bangsa satuhu
Kang Asma Yos Sudarso iku
Korban jiwa raga ing Segara Aru

Ludira kang wekasan
Kanggo nebus Irian
Yos Sudarso gugur kalayan
Asmanya misuwur ing bebrayan

Sliramu Aru
Seksi lugu
Seksi bisu
Satuhu baku

======================
Merapi
(Puthu Aryana)

Merapi...
Saka kadohan katon gagah
Asep putih ndedel ing awiyat
Tilas dalan lahar katon cetha
Kena sunare Hyang Bagaskara

Merapi...
Saumpama kowe bisa crita
Kabeh kadadean ing tanah Jawa
Wiwit jaman Mataram Kuna
Nganti madege Kraton Ngayogyakarta

Merapi...
Sliramu anyekseni kridhaning bangsa
Wiwit nalika ngusir penjajah Walanda
Jaman mardika jaman Soekarno
Nganti jaman Soeharto
Jaman Habibie tumekaning Megawati lan Susilo
Merapi dadi saksi

==========================
Kembang Mlathi
(R. Widiyati)

Daksebar kembang mlathi
Ing Taman Makam Pahlawan
Kusuma Bangsa kang sejati
Luhku tumetes... tes... netesi bumi
Aku rumangsa dosa

Durung bisa melu labuh negara
Amung sekar mlathi iki
Tandha setya lan janji
Bakal melu napak suci
Labuh nagri alelandhesan ati suci
Dadi pepenget Agustus iki dina mulya lan suci

==============================
Api Abadi Mrapen
(R. Tantiningsih)

Latu kuwi, tansah murub
Ora nggubris kiwa tengene
Nadyan digrujug tirta
Nadyan maruta padha teka
Nanging latu kuwi ora surut

Latu kuwi, tansah murub
Kaya latu kang ana jero ati
Angel dipateni lan angel diadhemake

Latu kuwi, tansah murub
Ing mrapen dununge
Ninggal sejarah
Kanggo anak putu

=================================
Kitir
(Sumono Sandy Asmon)

Kitir iki
Isi panantangku marang wengi
Sing kebacut anggone nguja sepi
Dolanan swarane asu baung nggeririsi

Kitir iki
Wujud pangundhamanaku marang awang-awang
Sing kebacut brangasan
Ngrentengi lintang, nguntal rembulan

Kitir iki
Srana gugatku marang isen-isening jagad
Sing pijer royokan brekat
Tan keguh njaluk ruwat

================================
Koran
(Harum Sunya Iswara)

Taktunggu tekamu
Saben dina ing omahku
Kabar kang daktunggu
Saka awakmu
Nambahi wawasanku
Mosak-masike donya
Maju mundure negara
Minangka warta
Koran minangka alat komunikasi
Kang kudu diwerdi
Mula ora ketinggalan informasi

=====================================
Wutah Getihku
(Mahardono Wuryantoro)

Gumelar jembar bumi asri
Sumunar sumringah sunare bagaskara
Padhang sumilak hanelai jagad Nuswantara
Bumi pusaka wus kawentar
Ombak-ombak samodra, kencana kang ngrenggani
Wutah getihku daktresnani

Kawulamu....
Guyub rukun anambut kardi
Jeroning swasana tentrem lan mardika
Gilig ing tekad manunggal
Cumithak jeroning ati, bebarengan ambangun

Aku lila....
Korban jiwa raga kanggo bumiku
Nadyan awak ajur dadi sawur
Lan getihku mblabar mili, netes ing bumi pertiwi
Labet raharjaning nagara

Lumantar iki....
Isining atiku ginurit
Prasetyaku thukul saka ati kang tulus
Njaga langgenging kamardikan
Donga pujiku kebak kaendahan, kanggo wutah getihku


======================

Lindhu

Lara ati nemu plataran kabar winedhar
Embuh endi sing marahi lara tanpa tamba
Dene batin isih adreng ngawruhi
Dene urip kepengin ngemonah pikir
layak-layak dene gegambaran sing den-ukir
Mujudake sesanggeman saka wirayat gumingsir

Lindhu netepake gumingsire urip
Iya sadawane nalar, iya sandhuwuring gelar
Natkala sampeyan crita prakara jamang kethiwar
Dene kraton tinilar putra-putrine sing tumabirang
Kari siji geganthan sing singgih
Kaya krikil emas isih sumebar neng taman garing

Iku lindhu sing nyathet puisi abang, kuning, ireng
Tegal lelateng jrone pararaton muni
Gelung-tekuk wis wudhar, pinjung kemben linukar
Serat-serat kuna pecah dluwange : kraton bedhah
Ambane pardah ing guyu sacamah pasar-pasar dhusun!

O, lindhu ing sukma suwung
O, lindhu kang ngrucat sakabehing pulung
Ing kene lawatan sajangkah wis kajamah ruyung!

================================
SEPI

iki sepine sopo?
kathik ono sepi sepo....

langit peteng kagubeng dening mendung....
tanpa angin tanpa wicara...
tanpa lagon tanpa gending...

yen sliramu isih rumongso tresno
gunemu bakal dak anti...
nadyan getir rasaning ati....

sepi....
iki sepine sopo
kathik ono sepi sepo... 

===============================
Pamulangan

Jare simbah aku kudu sekolah
Kareben dadi bocah genah mrenah ora nggladrah

Jare rama ibu aku kudu sregep mangkat
Kareben dadi wong pangkat urip ora kesrakat mlarat

Jare bapak ibu guru aku kudu sinau
Tambah ilmu
Kareben kelakon kabeh kang tinuju

Nanging
prakanca, ….

coba delengen kahanan  nyata
apa isih bisa pamulangan kang ana dadekake urip  tumata
pamulangan kang tanpa tuladha
pamulangan kang kasatan piwulang
pamulangan kang ngajarake angka-angka wuta
siji lan siji ana pira?
Jare anut kang duwe kersa
Jan ora weruh subasita, trapsila, apa maneh tata krama
lali dosa…
kabeh lurung binarung kumalungkung
pamrih pamuji siji
Pamulangan ora aweh pepadang
Simbah,
Nyuwun pangapunten
Kula mboten kepingin dados dokter
Jalaran duite bapak mboten wonten sakoper

Rama,
Nyadong duka
Kulo mboten kapilut drajat pangkat
Jalaran ajrih sumpahing rakyat
Kang panggah mlarat sekarat

Bapak ibu guru,
Nyuwun donga pangestu
Mugi-mugi sedaya ilmu saged dados sangu
=================================
Udan Wayah Sore

udan riwis-riwis nggawa angin gumanti
ora kaya nalika kang kawuri sing kebak pangarep-arep
dikaya ngapa lemah wus kebanjur teles

sesuk esuk yen sang surya wiwit sumunar
lan manuk kepodang colat-colot ana wit gedang
tak tunggu tekamu ing sak ngisore payung
tak kanthi lakumu tumeka ngendi

mbokmenawa sesuk sore wus ora udan riwis-riwis
marakake gawe kekesing ati
manuk kepodang wus mabur mangulon
nanging tetep tak tunggu tekamu

=====================

JAMAN KOMPUTER


jamane wis sarwa komputer

akeh wong padha keblinger
rodha becakmu tetep munyer
sarapan sega pecel

jamana wis sarwa mal plaza
uripmu panggah nguler kembang
gethuk tela pendhak rina

jamane wis sarwa supermarket
ing desamu pasar pendhak kliwon
dol tinuku nyang-nyangan kaya padudon
golek bati sarepis adus kringet

jamane wis sarwa satelit
pacul arit panggah nggegurit
nggo ngrabuki jagad alit
jamane wis sarwa edan
lanang ilang jalere
wadon ilang wanitane
=====================================
Dalan Ombak

Wus dakjaluk marang sliramu, tatkalane wektu isih watu
lan dalan kaya ombak segara, nanging penjalukku
kaya prenjak kang katombak swiwine, ilang unine
kaya lemah cengkar kang tawar, ilang sangar
sliramu uga isih lumaku ing gisik kang wus dadi ambalan
ngambali ati ing pangilon, ngambali pitakon
lan penjalukku, kanthi unthuk-unthuk kang sirna
tatkalane surya mencorong, pratanda dina wus rina
==================================
AMBEGAN SEGA KULUBAN
Ambengan sega kuluban dieler ing tampah
diladekake ing pasamunan
direncah bebarengan, kroyokan, rebutan

ambengan sega kuluban
oora ana sing ngerti duweke sapa
kejaba dadi pangane wayang , para dhalang
sing lagi lungguh methingkring

(kidang lan trewelu, kinjeng lan kupu mung bisa nyawang sinambi ngeleg idu)

ambengan sega kuluban, wis gusis dienggo pesta
mung kari tampah ngganda amis, angganda amis
banjur kanggoo bal-balan para buta! 
=============================

Kembang Wengi s Kembang Bangah
Sliramu kuwi pancen ayu enom tur endah
Senengmu ngreridhu ngobral esem kanthi ulat sumringah
Eman, ayumu kuwi kena tinuku murah
Ing atising wengi sliramu ora wegah jumangkah
Sineksen abyoring kartika kedhep nrithil sajak bungah
Mbok gurit lelakon ireng ing sadhengah dhadhah
Soroh angga liniron redana sliramu pasrah
Mustika aji wis lawas oncat saka ragamu sing wantah
Ing buntasing wengi anggamu katon sayah…lungkrah…
He kembang bangah, pumpung durung kasep lerena
Tumindakmu sing nistha kuwi uwisana
Galo isih akeh pakaryan sing utama, golekana
Apa kowe ora krungu para sujana sarjana sadonya
Gumedher umyung gumregut arep padha bareng mbrastha
Pakaryamu kuwi sing dadi ngrembakaning kruma
Virus AID candhala sing durung ketemu tambane kanggo usada
Uga sumandhing ngaglah ing iringmu si raja singa
Yen wis tumanduk ing awakmu kowe ra bisa bangga
Oh esemmu sayah… eseme si kembang bangah
============================
Wayah Magrib
Wancine wis repet-repet peteng
Sang surya sayah sedina muput madhangi jagad raya
Angin sore kang biyasane midid sumilir sumene sawetara
Aweh kurmat nyang sang bagaskara kang lagi ngaso
Swarane bocah rame dolanan tan keprungu maneh
Mbarengi swara bedhug masjid tengara mahgriban
Ujug-ujug ana pawongan kang lakune setengah kesusu
Ngener nyang omahe bu bidhan
Jarene semahe arep babaran
Temenan ora watara suwe keprungu cengere jabang bayi
Amin… negarane tambah jiwa siji
Tegese kebutuhane pawongan mau tambah
Jarene iku titipane Gusti kang kudu dicukupi
Wiwit saka susu, kasarasan, panggulawenthah nganti diwasa
Wigatine maneh ing piyandele
Ing tembene dadiya wong kang sholeh
Bedhug Mahgrib wis ora ana suwarane
Umat lanang wadon tuwa enom
Padha sujud sangandhape pepadane Gusti
Bubar Mahgrib kendhuren-manten
Dening Pak Sastro wis diangen-angen
Dianam ing batin sataun kepungkur
Jejere bapa kang wajib miwaha dhaupe putra
Kang kakudang-kudang ing tembene
Dadiya tiyang ingkang mawadah lan solekhah
Saged mikul dhuwur mendhem jero tiyang sepuh
Dumadakan keprungu swara tangise jejeritan
Mbah Soma kang wus yuswa sewidak
Katimbalan ing Gusti ingkang akarya jagad
Inna Lillahi Wainna Ilaihi Roji’un
Katampia ngastane Gusti ingapura sedaya dosa lan kalepatane
Lelakone jantraning Bawana
Manungsa nora kuwagang ngendheg lakune takdir
Ing wayah Mahgrib
Ana kang lagi lahir kanggo ngiseni jagad raya
Ana kang lagi palakrama
Ana uga kang katimbalan ing ngarasane Gusti
Amin
=======================
SEDYAKU

Wis, Jeng…
Aku sumeleh
nyelehake pangarep-arepku
marang katresnan lan kawigatenmu sing semu
yen nyatane amung semene
cunthele lelakonku…

Pepenginku tansah sumandhing
lan nresnani sliramu
kudu dakprunggel
sing luwih wigati, Jeng
donga lan pengestumu wae
tansah mili kanggo aku

Wis, Jeng
aku pamit
becik njembarake pikir
nggayuh kabegjan
mring ati lan katresnan satuhu
tan ora binagi ing liyan
sempurna ing guritan siji…
======================
CRITA SAKA MANCA

ing papan sarwa salju, aku
ngangen-angen lawang gubug binuka
ana bedhiyang lan lincak

nanging wis kebacut dadi salju
guritan apadene kekarepan
nglinthing bareng tumiyupe angin
nunjem-nunjem dom periih
sadawane wengi

kangmangka ing ngisor salju pinendhem candhi
sing durung kober kababar unine prasasti
=========================
BABAD WEDHI PESISIR

Sorene sore jingga
wengine wengi biru
kembang pandhan mesem marang mbulan
tangane ngawe-awe sajak kemayu
apa hiya iki dayane layang atimu
sing jare bakal ditulis kalane ijen
lan sendhang mung amping-ampingann jendhela
sing wengi iki isih panggah binuka?

biyen aku nate apal gojegmu
kepiye nalika bingung ndhedher sagegem guritan
ing lemah suwung pinggire taman
ora ketang mbalang liring sambi mungkur
nyamudana wingkis sakehing kekarepan
nutup kudhuping kekembangan

iki babad wedhi pasir
pinaes ganda aruming mawar
rarasing riris dhadha kumesar
====================
LINTANG-LINTANG

lintang-lintang abyor ing tawang
cumlorot sliweran nalika alihan
kumleyang mencok ing socamu asihku
cahyane gumebyar sunare gilar-gilar
ing telenge atimu sliramu tansah dakantu

lintang-lintang alihan
cumlorot telu ana pundhakku
kawitan lintang abang lintang perang
kapindho lintang mirunggan lintang kamanungsan
pungkasan lintang kumukus lintang kadurakan
=========================
WAYAH ESUK PEDUT ANGENDANU 

rong puluh tahun kepungkur aku lan sliramu nate mlaku ana dalan kene
saklawase ora nate ketemu
saliramu lan saliraku wus beda ora kaya biyen nalika isih tak kanthi
gandaning wengi mau isih sumrebak ngebaki pedut wayah esuk

wus aja mbok tangisi lakon kang wus kapungkur
wus pirang wayah ketiga tak lakoni nganti rambut warna ireng lan putih
ing dalan iki rong puluh tahun kepungkur
ana cerita rinajut endah

dik, kala kala sliramu isih dadi impenku
pirsanana ana nduwur kae
ana teja manther ing sela-selaning gegodongan
lan lintang panjer wengi sing isih kari sakmenir gedhene

saiki aku lan sliramu linambaran rasa kangen
simpenen kangenmu ana impen
=======================

RON GARING

Wengi sansaya atis
nalika aku sesingidan ing sajroning swara gamelan
kang digawa dening angin

prasasat tan kendhat
anggonku kulak warta adol prungu
ananging isih mamring

aku wis pingin cecaketan
obormu kang makantar-kantar
madhangi jangkah lan jagatku

ana ngendi papanmu
lelana tapa brata
tanpa pawarta tanpa swara

aku kadya ron garing
kumleyang kabur kanginan
ing jagat peteng lelimengan

krasa luwih abot
anggonku ngadhepi dina-dina ing ngarep
mlakuku ora mantep

kagubet ribet lan ruwet
adoh saka cahyamu
pedhut ing sakindering pandulu

panjenengan
guruku, sihku, oborku
kancanana sukmaku sinau bab katresnan sajroning ati.
Pengarang: Budhi setyawan
=========================
Rerenteng Aluring Pepundhen

Sunare srengenge esuk ngusap praupane bumi rengka
Tlatah kapang kang gumawang ing pangangen sepi
Nyawuk bumi-bumi esuk tengahing lembayung labuh
Kumriciking banyu kali Grindulu kang ngranuhi
Dadi tlatah srumbung isih tinunggon pangarep-arep
Wijiling paseksen kang ngantu-antu kaendahan

Ing netra bening esem ngandhut panyuwun
Sedya nuntumake kasetyan kang pinarsudi
Mung eman sasuwenbe sesandhingan tan linair
Kang sinartan lungiting pangarep-arep

Obahing jantra ginawa angin ngulandara
Pangesthine ana pawitan ngupakara dalan lawas

Engga alam ngrayuk sunar srengenge esuk
Pecak jumangkah ngitapak.e rasa rudatin
Kang gimantha amung mekaring panggarjita
Ing kana bakal cinathet ubeng ingering lalakon
==========================
Suwung

Manuk emprit ilang swiwine
hamung menclok dhuwur wuwung
kang suwung
walang kayu jempalitan
ngerik ora karuwan
sajak ngece, sajak ngundhamana
“ sokur kowe, ora iso miber adoh,
nyepi panjangka, ilang dirgantara “
manuk emprit hamung meneng
klep ! klakep ........ ati nangis wutah miris
eluh kececeran nangis sesenggukan
nek emprit kelangan swiwi
ora isa miber, kelangan jagat dirgantarane
isane hamung menclok dhuwur wuwung
ndhepipis,ngenteni izrail,
sing bisa wae awujud tikus, apa kucing .......
walang kayu jempalitan, ngerik ora karuwan,
sajak ngece, sajak ngundhamana  “ sokur kowe, ora isa miberadoh,
nyepi panjangka, ilang dirgantara “
======================
Ing Teluk Pang-Pang

Nawala ing dak tampa
Patang dina kepungkur
Isih wutuh tansah dak waca
Hanggawa rasa kingkin, Ing mangsa rendheng katelu
Ngepasi kartika ngancik patbelas dina
Silramu tak anti-anti ana ing pinggiran Gisik pang-pang kene
Rasaku wis memet
Nggremet-nggremet
Teka ing pikir kang amet
Tansah nunggu
Sliramu bali, masiya hamung sak kedhepe netra Dhiajeng
Mbok menawa sliramu pancen nduweni rasa kang padha
Karo rasa ing pangrasaku,
Mula, jeng .....Tak titipake kangen iki Marang gegulunge ombak
Sing tansah setya tuhu marang mangsa
Sing sok geseh, gusuh sing wola-wali iki
Hamung siji panyuwunku
Muga sliramu tansah rahayu memuji gusti
Lan pinayung sih kanugrahaning pangeran
Sesuk tak tunggu sliramu inggisik pang-pangiki
======================
Cyberpunk

Ing grumbulan pring
Guritku netes
Dadi prenjak kang silih semaur
Mawerna rupa Lucifer manjing ing regol
Cacing lan tilas sejarah

Guritku .....
Nalika april nyedhak sumur
Nimba ayang-ayang lan ilmu
Gunung mungkur, genah lungkah panyawangmu
Aja ninggal pitakonmu ing lawang
Awit Jibril wis budhal
Awit gunemmu mung nglairake siyung-siyung vampir
=========================
Janji Sepi

dawane rel sepur liwat tengah alas sawah apadene kutha
prasasat isih dawa janjimu
kang nggawa daya sumringah ing sajroning laku
nlusup ing balung sungsum
angin melu nggoleki playune rasa kang sliramu gawa
netramu yen lagi nyawang jagad
agawe donya njomplang kadya katrajang gara-gara
ora kuwat nyangga bumi
ora kuwat ngreksa budi
angin isih nggoleki aburing kupu
mangsa rendheng udane nggrejih
nanging kali durung akeh banyune
rasa aneh kaya kang wis nate daksasakke
ngebaki guwa pertapan asri
kekidungan dhewe tan kena dipenggak
kadya lali purwa duksina
angin njajah desa milang kori marsudi janjimu wingi
======================
Bethara Kala
dening: Sunardi K S

kama kang nglambrang nalika isih jenaka
saiki ndedel gedhe dadi bethara kala
uluk uluk jroning dadha winga winga
tanpa suwara

kang katon wicaksana kae jalaran
kokruket pinangka kanca
kang pinilih pinercaya
ngembani panguwasa
wisa rasa gula

kama kang nglambrang saparan paran
dadi memala nuwuhake pageblug
ndedel mendhuwur comondhok dhada
keklambrangan sirah
mlebu metu mripat, irung saha kuping
ngawe awe nglancipake kuku

kama kang nglambrang saparan paran
ndedel dadi bethara kala
ang dadi memangsane
ora ateges diklethak saraga balunge
=======================
Mamring
dening: Budhi S

sepi mamring
sempah sumpeg peteng
kesel, ah embuh
ora weruh ngerti bisu
nangis sajroning ngguyu
ngguyu sajroning nangis
mlaku sajroning mandheg
mandheg sajroning mlaku
Sumber : http://www.njajalae.info/2013/04/contoh-kumpulan-puisi-bahasa-jawa-terbaru-geguritan.html
Read more...